Posted in Old Story

L O V E

Di setiap malamku, bayanganmu selalu menghampiriku. Bayangan itu seolah membuatku
hanyut dan tak berdaya. Kenangan itu selalu muncul dengan lancangnya. Kenyataan yang harus kuterima
,kau tak disampingku, entah untuk menenangkan sedihku dan merangkul kesepianku.
Aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu itu. Kau tak pernah memikirkan apa yang ku rasakan.
Kau tak pernah merasakan betapa sakit hatiku saat kau melontarkan kata-kata yang seharusnya tak pantas untuk kudengar.

Saat ku mendengar suaramu di ujung telepon saat itu, ada perasaan yang tak dapat ku halang lagi.
Perasaan rindu yang yang sulit sekali diungkapkan. Rindu yang kudiamkan, dan berakhir pada air mata.
Entah mengapa saat kau berada jauh disana, kekhawatiranku selama ini yang tak pernah kau tahu. Hanya kupendam dengan rasa cemburu yang tak berarti. Sorot matamu yang kuat itu selalu membuatku deg-degan. Akupun tak bisa melepas tatapanku padamu.

Disaat aku membutuhkanmu dimanakah dirimu berada? kau tak pernah mengerti keadaanku selama ini.
Saat itu, perasaanku sangat tak karuan. Kau menghancurkan semua rencana dan harapanku. Masih ingatkah kau dengan perjanjian kita? pasti sudah kau acuhkan semua. Di bulan Juli nanti, aku ingin menjadi bulan terindah di hidupku. Tapi sayang, semua itu tak kan mungkin. Mungkinkah setelah kita berperang nanti kau akan kembali padaku?
Aku yakin cinta sejati takkan mendua, karena cinta sejati hanya mengakui satu orang di dalam hatinya. Aku berharap kau seperti itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s