Posted in Cerpen

Antara Sahabat dan Cinta Pertama

6 tahun berlalu sangat cepat. “Jenjang pendidikan lebih lama diantara jenjang lainnya ini memang banyak sekali menyimpan kenangan dan pengalaman,” ujarku. Alika, aku seorang siswi Sekolah Dasar yang ada di tengah kota yang bisa dibilang sekolah terpandang dan favorit. Aku sangat nyaman sekolah disana. Tak hanya tempatnya yang indah dan besar, tetapi juga teman-teman yang unik dan beragam.
Seiring berjalannya waktu, nama seorang penghuni kelas 6B yang sekelas denganku selalu terngiang di pikiranku. Entah ini hanya perasaan atau memang benar. Sejak di Taman Kanak-kanak pun aku sudah mengenal sosok itu. Dan sekarang di Sekolah Dasar pun kita satu gedung bahkan satu kelas. Aku berharap selanjutnya akan begitu.
Gandi, iya dia! sosok yang selalu menghiasi pikiranku. Seorang cowok yang cerdas, anti sama yang namannya cinta-cintaan, disayang banget sama si mama, berkulit putih, dengan 2 tahi lalat kecil di pipi kanan dan kiri. Nah yang terakhir tuh yang bikin wajahnya ngegemesin, lucu banget. Ha…ha..ha
Ketika aku duduk di kelas terakhir, beruntung banget sebangku sama si Gandi. Perasaanku tak karuan. Senang, deg-degan, malu campur jadi satu. Keinginanku untuk dekat dengan Gandi semakin besar. Tidak, tidak untuk jadi pacar.


………………………….
Diam dan berbicara seperlunya. Ya! Itu yang terjadi di awal aku duduk sebangku dengan Gandi. Hanya tentang pelajaran dia mau berbicara selain itu hanya diam. Sebenarnya ingin sekali berbincang atau bergurau walau tak seberapa penting sekadar untuk menghibur diri. Tapi ……. Ah tak mungkin,” kataku dalam hati.

Beberapa hari kemudian …….

“ Hei! Masih pagi udah ngelamun aja,” gertak Gandi yang sempat mengagetkan Alika.
“ Eh kamu, tumben banget pagi-pagi udah buka mulut?”
“ Emang aku bisu?” Timpal Gandi dengan penuh kesal.
Aku hanya tertawa kecil dan masih heran dengan kelakuan Gandi hari ini.

Ternyata semakin hari Gandi semakin banyak bicara sebenarnya asyik dia care banget. Meskipun sekadar membahas hal tak penting, tetapi aku sangat terhibur. Dia juga tak segan menceritakan kesehariannya dan sedikit curhat. Aku pun tak ketinggalan.

Seperti biasa Gandi menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Beberapa detik kemudian, ia terdiam dan kelihatan sangat gugup saat akan melanjutkan ceritanya.

“ Eh..e..eng lik!” Teriak Gandi dengan sedikit grogi.
“ Apaan sih? Ngga usah teriak bisa gak sih? Ngga biasanya kamu bicara grogi gini,”
“ Eh, he..he..he maaf deh maaf. Aku mau cerita tentang ….”
“ Tentang apaan sih?”
“ A…a..ku suka sama ….”

Belum selesai bicara bel masuk berbunyi. Gandi membuatku sangat penasaran dengan kalimat terakhir yang diucapkannya.
“ Nanti aja kuceritain lewat sms, ini ra-ha-sia dan kamu pasti kaget.” Bisik Gandi penuh serius.
“ Hah?” aku semakin tak mengerti.

Jantungku berdegup cepat sekali, keringatku panas dingin. Jangan-jangan Gandi suka sama …………. Ah aku ngga boleh berpikiran itu,” kataku dalam hati.

…………………
Handphone selalu siap siaga ku genggam ditangan tak sabar mendenger cerita Gandi.
“ Tlilut … tuit .. tuit!” handphone berbunyi dan bergetar sama halnya dengan hatiku ini. Aku pun langsung membuka is isms tersebut. Dan langsung membalasnya.

From : Gandi
To : Alika

Lik, kyknya gaenak deh d omngn lwt sms. Besok aja ya :)
——-
From : Alika
To : Gandi

Beneran bsk ya! Aku tunggu! Awas nunda lagi -_-

22 Desember 2009, saat yang megangkan bagiku. Walaupun hanya sebuah cerita dari si Gandi. Tetapi, sangat kutunggu dari kemarin. Akhirnya Gandi mulai bercerita.

“ Penasaran ya? “ ledek Gandi sambil menyenggol lengan kanannya.
“ Ih nggak, biasa aja kali,” pura-pura sok cuek padahal dalam hati ….
“ Ha…ha..ha. Langsung aja ya. Jadi gini, waktu TO pertama di bimbingan belajar waku lalu, aku seruangan dengan SD lain. Terus ……… “ Gandi terus menggoda dan meledek
“ Terusin!” teriak Alika
“ Terus aku melihat ada sesuatu yang beda dari seorang cewek di depanku saat itu. Setelah aku mencari tahu namanya Mutia. Kayaknya aku jatuh cinta pada pandangan pertama deh. Tau ngga sih aku seneng banget kita tukeran nomer dan hampir setiap hari smsan. Aku merasa kita care. Dan aku …….”
“ Jangan bilang kamu udah jadian sama si Mutia itu,” potongku
“ Belum sih, rencana nanti malam mau nyatain he..he..he,”

Aku terdiam dan tak percaya. Seorang Gandi yang anti sama yang namanya cinta-cintaan sekarang mau jadian? Selain rasa tak percaya, hati ini seolah patah ditusuk pedang tajam dan …..
“ Hei! Kok bengong sih? Seharusnya kamu seneng dong, temenmu ini yang anti cinta mau jadian,”
“ Oh, iya semoga berhasil,” aku hanya menjawab seadanya.

Gandi yang selalu membuat hatiku deg-degan dan sekarang dia akan bersama orang lain?
Aku sadar, di sini aku hanya berperan sebagai pengagum rahasia, bukan tokoh utama dalam kehidupan Gandi. Aku pun memutuskan mundur secara perlahan. Karena sudah tak ada

harapan lagi untukku. Walaupun harus merasakan sakit di hati ini. Tetapi aku juga tak bisa membohongi perasaanku sendiri.

…………………………………
Malamnya, aku mengatakan yang sebenarnya kepada Gandi. Tetapi jawabannya yang membuatku benar-benar ingin mundur.

“ Kamu beneran? Ngga mimpi?” sontak Gandi tak percaya
“ Nggak sama sekali. Aku suda lama memendam semua ini,”
“ T..tapi maaf sebelumnya, beberapa menit yang lalu aku sudah jadian sama Mutia. Maaf sudah membuatmu kecewa. Tapi bagiku kamu sahabat cewek terbaik yang pernah kukenal, makasih sudah mengagumiku. Senyum dong jangan sedih, jelek tau!”
“ Oke, aku baik-baik saja. Longlast ya.” Aku pun langsung pergi meninggalkan Gandi dengan mata sembab.

……………………………….

Sejak kejadian malam itu, hari kembali disaat awal sebangku sama Gandi. Diam tak berkata. Walaupun Gandi selalu menghiburku dengan cara apapun aku masih tak bisa tertawa lepas.
Sebentar lagi siswa-siswi kelas 6 akan menuntaskan pendidikan di almamater tercinta ini. Usai sudah kami siswa kelas 6 beperang, tinggal menunggu hasil. Saat pengumuman kelulusan tiba kami sangat senang dan puas dengan hasil danem. Kebahagiaanku tak terhenti disitu, pengumuman penerimaan siswa baru di salah satu Sekolah Menengah Pertama terpandang di kotaku keluar dan namaku ikut serta di deretan siswa yang diterima! Nama Gandi dan Mutia pun terpampang disana. Senang sih bisa satu sekolah lagi dengan Gandi, tapi kesal juga ada si Mutia, kekasih Gandi.

Dan saat pembagian kelas, aku berharap bisa sekelas dengan Gandi. Tetapi takdir berkata lain, aku dipertemukan dengan Mutia. Seseorang yang membuatku geram.
Tetapi mustahil juga dalam satu kelas ngga komunikasi sama sekali. Hal yang tak boleh terlewatkan adalah perkenalan dengan teman sekelas. Setelah sesi perkenalan itu, aku dan lainnya mulai akrab. Apalagi sama si Mutia, Fira dan Cilla. Kami bercanda dan bertukar cerita.

Suatu hari, kami sedang asyik bertukar cerita tentang cowok yang dikagumi. Tanpa sadar, aku dan ketiga temanku membahas orang yang sama. Gandi, ya! Ternyata mereka juga suka sama cowok berkulit putih itu. Dan sontak kita berempat tertawa terbahak-bahak. Geli sekali mendengar cerita ketiga temanku tentang cowok itu. Setelah kejadian hari ini, masalah Gandi menjadi bahan bercandaan. Ngakak banget kalau kami lagi flashback.Dan secara bersamaan, aku, Fira dan Cilla berteriak “ Jadi si Mutia pengkhianat!” sambil menunjuk ke arah Mutia dan kami semua langsung tertawa lepas.

Ternyata, Mutia sudah putus dengan Gandi sebelum masuk di sekolah ini. Dan sekarang Gandi sudah menjadi pacar seorang cewek jenius dan yah cocoklah sama dia.
Perlahan aku sudah bisa melupakan dia, aku pun sekarang juga sudah menemukan sosok yang care sama aku. Dan sekarang kita menjalani kehidupan masing-masing.

Itulah cerita dari seorang gadis remaja bernama Alika, iya itu aku. Yang gagal untuk mewujudkan keinginan mendekati Gandi. Karena keterbatasan waktu dan ruang.
Karena dari sebuah pertemua, akan terlahir pula sebuah perpisahan yng mungkin tak seorang pun rela untuk bertemu dengannya. Tapi aku percaya ada rencana indah Tuhan dibalik semua ini.

TAMAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s